Sebuah karya siswa SMAN 1 Jember yang telah memenangi  yaitu sensor Storene (stop before the line) resmi diluncurkan untuk diujicobakan di Jember mulai Jumat 14/09/2018. Peluncuran alat yang juga menjuarai kompetisi tingkat nasional pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas ini dilakukan oleh Bupati Jember dr. Faida di kawasan simpang empat SMPN 2 Jember.

Saat dicoba sensor tersebut berfungsi dengan baik, sehingga pemotor yang melewati garis batas akan ditegur secara otomatis oleh suara perempuan "Anda melewati stopline, dan melewati area zebracross" yang berbunyi sebanyak dua kali

Usai meluncurkan Bupati Faida mengaku bangga dengan prestasi yang telah diraih pelajar SMAN 1 Jember tersebut, apalagi alat yang diciptakan itu tak hanya mampu mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas, tapi juga menghormati hak hak pejalan kaki. "Sejatinya ini karya besar. Karena dengan karya ini menyelamatkan banyak nyawa pengguna jalan, dan ini suatu ikhtiar yang harus kita apresiasi" ucapnya

Dilansir dari laman resmi pemkab jember, Bupati ingin sensor storene ini disosialisasikan di penyeberangan dekat sekolah. “Mari berjuang bersama sama atas pelayanan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, dan pelayanan publik yang lebih baik,” harapnya.

Kasubdit Manajemen Keselamatan Kementerian Perhubungan RI Mohammad Fatawi mengjelaskan, peresmian penggunaan sensor storene merupakan implementasi dari kegiatan peningkatan kapasitas pelajar peduli keselamatan tahun 2018 oleh Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tanggal 26 Februari – 2 Maret 2018.

Firman Syauqi Maulana Habaib Sulthon dan Firdaus Yusuf Bachtiar menjadi pelajar perwakilan Provinsi Jawa Timur yang memiliki konsep sensor storene ini. Dari presentasinya, ia meraih juara pertama dari 23 provinsi. Konsep ini yang kemudian diimplementasi dalam peresmian penggunaan sensor storene “stop before the line“.

Konsep ini memanfaatkan kemajuan teknologi yang cukup sederhana untuk meningkatkan keselamatan lalulintas. Sensor ini berfungsi untuk memberikan peringatan berupa suara kepada pengemudi kendaraan bermotor yang melewati persimpangan dan mengurangi pelanggaran stop line, mengurangi pelanggaran rambu lalu lintas, dan mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Kepada wartawan, Firman Syauqi menyatakan ide sensor storene ini berawal dari keresahan dirinya tentang banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Para pemotor itu biasanya melewati stopline sehingga dapat mengganggu pejalan kaki yang akan menyebrangi zebra cross. "Jadi saya menciptakan alat ini untuk meningkatkan kesadaran mereka agar mereka tidak mengganggu kenyamanan pejalan kaki yang melewati zebra cross

Sumber dan Gambar : Jemberkab.go.id